AD/ART Majelis Adat Indonesia (MAI): ‘Landasan Konstitusional Penjaga Marwah Adat dan Peradaban Nusantara’

Pengumuman141 Dilihat

MAJELIS ADAT INDONESIA (MAI)

Majelis Adat Indonesia
“Jika adat hilang, kita kehilangan arah.”
Bersama Majelis Adat Indonesia, jaga yang tersisa sebelum terlambat.
Kunjungi MAIADAT.OR.ID

Adat Sebagai Marwah Bangsa, Budaya Sebagai Jiwa Nusantara


KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Majelis Adat Indonesia (MAI) dapat hadir sebagai wadah persatuan adat, budaya, dan peradaban Nusantara.

MAI lahir dari kesadaran bahwa bangsa Indonesia tidak hanya dibangun oleh sistem politik dan ekonomi semata, melainkan juga oleh nilai-nilai adat, kearifan lokal, dan kebijaksanaan leluhur yang telah mengakar selama berabad-abad.

Sebagai lembaga etik, kultural, dan penyeimbang moral bangsa, MAI diharapkan menjadi rumah besar seluruh pemangku adat Nusantara dalam menjaga marwah budaya, memperkuat persatuan bangsa, dan mengawal nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

BAB I
SEJARAH BERDIRINYA MAJELIS ADAT INDONESIA
Majelis Adat Indonesia (MAI) merupakan lembaga adat nasional yang lahir dari gagasan kebangkitan kembali nilai-nilai luhur adat sebagai fondasi moral bangsa Indonesia.

Gagasan pembentukan MAI pertama kali disampaikan oleh Paduka Yang Mulia M. Rafik Datuk Rajo Kuaso pada 23 Juli 2025 sebagai respons terhadap kebutuhan bangsa akan hadirnya lembaga moral dan kultural yang mampu menjadi penyeimbang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Momentum bersejarah pendirian MAI terjadi pada Sidang Agung Adat Nusantara dan Malam Karunia Kasih Maharaja Kutai Mulawarman yang berlangsung di Surabaya tanggal 22–23 Oktober 2025.

Dalam sidang tersebut para Raja, Sultan, Ratu, Datuk, Pangeran, dan Pemangku Adat Nusantara menyepakati pendirian Majelis Adat Indonesia melalui:

Titah Diraja Nusantara Nomor Istimewa 0455.2210.2025

yang menetapkan MAI sebagai:

“Lembaga Etik, Kultural, Moral, dan Peradaban Bangsa Indonesia.”

BAB II
FILOSOFI MAJELIS ADAT INDONESIA
Adat adalah Jiwa Bangsa
Adat merupakan sumber nilai, etika, tata kehidupan, dan kebijaksanaan yang membentuk identitas bangsa Indonesia.

MAI berpandangan bahwa:

Adat bukan komoditas.
Adat bukan alat politik praktis.
Adat adalah amanah leluhur.
Adat adalah sumber moral bangsa.
Adat adalah pemersatu Nusantara.


BAB III
VISI DAN MISI
VISI
Menjadikan Majelis Adat Indonesia sebagai lembaga etik, kultural, dan moral bangsa yang menjadi penjaga marwah adat serta penuntun arah peradaban Indonesia berdasarkan nilai luhur Nusantara.

MISI
Menghimpun kekuatan adat Nusantara dalam satu rumah kebangsaan.
Menghidupkan hukum adat sebagai sumber keadilan sosial.
Menjadi rujukan etika publik dan moral kebangsaan.
Melindungi hak ulayat dan masyarakat adat.
Mengembangkan pendidikan dan kaderisasi adat.
Melestarikan budaya, seni, dan warisan leluhur.
Membangun diplomasi budaya Nusantara di tingkat dunia.
BAB IV
AD/ART MAJELIS ADAT INDONESIA
Nilai Dasar MAI

  1. Ketuhanan
    Menjunjung tinggi nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Adat dan Kearifan Lokal
    Menghormati seluruh adat istiadat Nusantara.
  3. Persatuan Nusantara
    Menempatkan persatuan bangsa di atas kepentingan golongan.
  4. Musyawarah dan Mufakat
    Mengutamakan kebijaksanaan dalam setiap keputusan.
  5. Keadilan dan Kehormatan
    Menegakkan marwah adat dan keadilan sosial.
  6. Pengabdian
    Adat adalah pengabdian, bukan alat mencari keuntungan pribadi.

ANGGARAN DASAR (AD)
MAJELIS ADAT INDONESIA (MAI)
BAB I


Nama, Bentuk dan Kedudukan
Pasal 1

Organisasi ini bernama Majelis Adat Indonesia disingkat MAI.

Pasal 2

MAI adalah lembaga adat nasional yang bersifat independen, non-partisan, dan nirlaba.

Pasal 3

MAI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

BAB II


Asas
Pasal 4

MAI berasaskan:

Pancasila
UUD 1945
Bhinneka Tunggal Ika
Nilai-nilai Adat Nusantara
BAB III
Tujuan
Pasal 5

MAI bertujuan:

a. Menjaga marwah adat Nusantara.

b. Memperkuat persatuan bangsa.

c. Menjadi penyeimbang moral kehidupan nasional.

d. Melestarikan budaya dan warisan leluhur.

e. Melindungi masyarakat hukum adat.

BAB IV
Fungsi
Pasal 6

MAI berfungsi sebagai:

Lembaga etik bangsa.
Lembaga kultural Nusantara.
Wadah persatuan adat.
Mitra strategis pemerintah.
Penjaga marwah adat dan budaya.
BAB V
Keanggotaan
Pasal 7

Anggota MAI terdiri atas:

Raja dan Sultan.
Ratu dan Permaisuri.
Datuk dan Kepala Suku.
Pemangku Adat.
Tokoh Budaya.
Akademisi Adat.
Masyarakat Adat.
BAB VI
Organisasi
Pasal 8

Struktur MAI terdiri atas:

Sidang Agung Adat Nusantara (SAAN)
Dewan Pengarah Adat Nasional (DPAN)
Majelis Etik dan Marwah Adat Nusantara (MEMAN)
Sekretariat Jenderal
Dewan Spiritual
Kepatihan Nasional
Kepengurusan Wilayah
Satgasus MAI/ Brigade Nusantara
BAB VII
Masa Jabatan
Pasal 9

Masa jabatan pengurus adalah 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali satu kali masa jabatan.

BAB VIII
Musyawarah
Pasal 10

Kekuasaan tertinggi organisasi berada pada Sidang Agung Adat Nusantara.

BAB IX
Perubahan AD
Pasal 11

Perubahan AD hanya dapat dilakukan dalam Sidang Agung Adat Nusantara dengan persetujuan minimal 2/3 peserta.

BAB X
Pembubaran
Pasal 12

Pembubaran MAI hanya dapat dilakukan melalui Sidang Agung Adat Nusantara dengan persetujuan minimal 3/4 peserta.

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
BAB I
Keanggotaan
Keanggotaan terdiri dari:

Anggota Kehormatan
Anggota Adat
Anggota Luar Biasa
Anggota Muda Adat
Anggota Pendukung
BAB II
Hak Anggota
Menghadiri musyawarah.
Menyampaikan pendapat.
Memilih dan dipilih.
Mendapat perlindungan organisasi.
BAB III
Kewajiban Anggota
Menjaga nama baik MAI.
Menjalankan Titah Adat.
Mematuhi AD/ART.
Menjaga persatuan Nusantara.
BAB IV
Kode Etik
Setiap anggota wajib:

Menjunjung kejujuran.
Menghindari konflik kepentingan.
Tidak menggunakan adat untuk politik praktis.
Tidak memperjualbelikan gelar adat.
Menghormati adat daerah lain.
BAB V
Majelis Etik
Majelis Etik berwenang:

Memeriksa pelanggaran.
Memberikan teguran.
Membekukan keanggotaan.
Memberhentikan anggota.
BAB VI
Sumber Pendanaan
Pendanaan MAI berasal dari:

Iuran anggota.
Hibah yang sah.
Donasi yang tidak mengikat.
Usaha ekonomi adat yang sah.
BAB VII
Lambang dan Panji
Logo MAI berbentuk:

Gunungan Kehidupan Nusantara

yang melambangkan:

Persatuan adat Nusantara.
Keseimbangan alam dan manusia.
Kebangkitan peradaban bangsa.
Marwah dan kehormatan adat.
PIAGAM AGUNG MAJELIS ADAT INDONESIA
Lima Titah Pokok Adat Nusantara
Meneguhkan adat sebagai fondasi moral bangsa.
Menolak penyalahgunaan adat untuk kepentingan pribadi, politik, dan komersial.
Melestarikan budaya dan warisan leluhur.
Memperkuat persatuan adat Nusantara.
Menjadikan adat sebagai pengabdian suci kepada bangsa dan negara.
MOTTO RESMI MAI
“Adat Dijunjung, Budaya Dilestarikan, Nusantara Dipersatukan.”

atau

“Marwah Adat, Martabat Bangsa.”

MAJELIS ADAT INDONESIA (MAI)

Susunan Amanah Agung Nusantara – Majelis Adat Indonesia (Struktur DPP MAI)

. TITAH DIRAJA NUSANTARA

Nomor Istimewa : 0455.2210.2025

Alamat Wibawa Adat Nusantara www.maiadat.or.id.

majelisadatindonesia@yahoo.com

Telp. 0852-1115-4777 // MAI

SURAT PENETAPAN STRUKTUR PENGURUS PUSAT MAJELIS ADAT INDONESIA (MAI)

Nomor : 001/V–DPP/N.MAI_Pusat/2026

Lampiran : —

Perihal : Penetapan Struktur Pengurus Pusat MAI (Status Konfirmasi Nasional)

***M. Rafik Datuk Rajo Kuaso

Sekretaris Adat (Sekjen) Majelis Adat Indonesia (MAI)

MUKADIMAH TITAH AGUNG NUSANTARA

ATAS RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

serta dalam naungan restu para leluhur, karuhun, datuk, empu, tetua adat, dan para pemangku marwah Nusantara;

Bahwa adat adalah jiwa peradaban bangsa, sumber nilai luhur yang menuntun keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam semesta.

Bahwa adat merupakan warisan agung yang mengandung hikmah, etika, tata krama, falsafah hidup, serta kebijaksanaan yang menjadi fondasi moral dan identitas bangsa Indonesia.

Bahwa demi menjaga keluhuran marwah adat, memperkuat persatuan Nusantara, serta menghadirkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada peradaban leluhur, dipandang perlu membentuk suatu lembaga adat nasional yang menjadi rumah besar berhimpunnya Raja, Sultan, Ratu, Datuk, Pangeran, Pemangku Adat, dan tokoh budaya Nusantara.

Bahwa berdasarkan hasil musyawarah mufakat dalam Momentum Sakral Malam Karunia Kaseh Maharaja Kutai Mulawarman di Surabaya pada tanggal 22–23 November 2025, telah dilegitimasi pendirian Majelis Adat Indonesia (MAI) sebagai lembaga etik, moral, kultural, dan peradaban bangsa.

Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa serta restu seluruh pemangku adat Nusantara, maka ditetapkan susunan Pengurus Pusat Majelis Adat Indonesia (MAI) sebagai berikut:

PELINDUNG AGUNG NUSANTARA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA*

→ Pelindung Agung Kehormatan Negara dan Penjaga Persatuan Kebangsaan Nusantara

I. SINGGASANA AGUNG DIRAJA NUSANTARA

**KDYMM Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara

Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Berdaulat Agung Maharaja Kutai Mulawarman- Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza FW., Ph.D Maharaja Agung Kerajaan Kutai Mulawarman Muara Kaman, Kalimantan Timur

→ Pemimpin Tertinggi Adat Nusantara, Pengemban Titah Persatuan Peradaban, Penjaga Marwah Leluhur Bangsa, serta Pemersatu Raja, Sultan, dan Pemangku Adat se-Nusantara.

Dengan amanah:

Menjadi simbol persatuan adat dan peradaban Nusantara; Memimpin arah kebijakan moral dan kebudayaan MAI; Menjaga legitimasi, kehormatan, dan kesinambungan titah adat Nusantara; Menjadi payung agung pemersatu kerajaan, kesultanan, kedatuan, dan lembaga adat Nusantara.

**Yang Dipertuan Pancanegara Diraja Nusantara Paduka Yang Mulia Dr. (H.C.) Rahyang Cepi S. Kusumah, S.Pd. Danghyang Tarumanegara, Jawa Barat

→ Mahapatih Agung Peradaban Sunda Nusantara, Penjaga Harmoni Antarwilayah Adat, serta Pengemban Persatuan Pancanegara Diraja Nusantara.

Dengan amanah:

Mengharmoniskan hubungan adat lintas wilayah Nusantara; Menjadi penguat nilai kebangsaan berbasis kearifan lokal; Mengawal kesinambungan nilai spiritual, budaya, dan karuhun Nusantara.

**Yang Dipertuan Pertimbangan Agung Diraja Nusantara

Paduka Yang Mulia Zulkifli Tjikmat bin Pangeran Jaya Sampurna

Kepangeranan Agung Sekayu Babat Toman, Musi Banyuasin Kerajaan Sriwijaya, Sumatera Selatan

→ Ketua Dewan Pertimbangan Agung Diraja Nusantara, Penjaga Kearifan Strategis, Penimbang Titah Adat, dan Pengawal Kebijaksanaan Peradaban Sriwijaya Nusantara.

Dengan amanah:

Memberikan pertimbangan strategis dalam setiap titah dan kebijakan adat; Menjadi penengah dan penuntun kebijaksanaan dalam musyawarah agung; Mengawal kesinambungan nilai luhur Sriwijaya dalam kehidupan kebangsaan.

**Paduka Yang Mulia Dato’ Kiam Radja

TG. Prof. DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D

Yang Dipertuan Semende Darussalam

Keratuan Djagat Besemah

Pemerintahan Adat Semende Darussalam Nusa Sumatra

→ Maha Pandita Peradaban Nusantara, Pengemban Kearifan Adat Semende–Besemah, serta Penjaga Kesinambungan Nilai Filosofis dan Kebudayaan Leluhur Nusantara.

Dengan amanah:

Menjadi penuntun nilai kearifan dan falsafah peradaban adat Nusantara;

Menguatkan harmonisasi antara adat, ilmu pengetahuan, dan kebangsaan; Menjaga kesinambungan nilai luhur warisan Semende–Besemah dalam kehidupan Nusantara; Memberikan pandangan kebijaksanaan budaya dan peradaban dalam titah serta musyawarah agung adat.

II. DEWAN AGUNG NUSANTARA

**Yang Dipertuan Saptanegara Diraja Nusantara Duli Yang Maha Mulia Karaeng Polongbangkeng XIV

Dr. (H.C.) Andi Muh Rizal Padjonga, S.E., Ph.D

Sripaduka Baginda Raja Kerajaan Bajeng Polongbangkeng, Takalar, Sulawesi Selatan

→ Koordinator Dewan Agung Nusantara & Pengarah Titah Adat Nasional.

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Moh Raja Gunu Datupamusu

Raja Kerajaan Pitunggota Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

→ Rajamandala Wasiat Adat Nusantara

Penjaga kemurnian wasiat leluhur dan kebijaksanaan adat Nusantara

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Baginda Tuanku Raja Gontar IV

Dr. Drs. H. Syafri Fadillah Marpaung, S.E., M.Pd

→ Pangampu dan Pembina Adat Nusantara.

III. MAJELIS ETIK, MARWAH Dan PENGAWASAN ADAT

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Duli Yang Amat Mulia Raja Naladuta

KRAT. Prof. Dr. Mochamad Eros Soeroso Purbo Nagoro

→ Ketua Majelis Etik dan Marwah Adat Nusantara (MEMAN).

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Duli Yang Amat Mulia Sripaduka Puti Dayang Dwatei

RAy. Nova Sasranusdila, S.Sos., M.Soc Yang Dipertuan Puti Dayang Dwatei Depati Tiang Alam Rejang Lebong, Bengkulu

→ Pengawas Agung Titah dan Tata Laksana Adat Nusantara.

IV. KEPATIHAN AGUNG MAJELIS ADAT INDONESIA

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Paduka Yang Mulia M. Rafik Datuk Rajo Kuaso Cumati Koto Piliang Langgam Nan 7 Kerajaan Pagaruyung Nusa, Sumatera Barat

→ Sekretaris Adat Nusantara / Sekretaris Jenderal DPP–MAI

Kapatiha Agung Penggerak Titah Nusantara

**Yang Mulia Raja Bangun Nasution

→ Wakil Sekretaris Adat Nusantara.

**Yang Mulia Dedy Warman

→ Patih Diplomasi Antarbangsa dan Hubungan Peradaban Dunia.

**Yang Mulia Raden Umar

→ Tumenggung Ekonomi, Kemandirian & Kedaulatan Adat Nusantara.

V. DEWAN SPIRITUAL & SENAPATI ADAT NUSANTARA

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara YM. KH. Dano Jamaludin Saifudin (Jouguru)

Dzuriyah Kesultanan Tidore

→ Pamanah Rasa Nusantara → Pembina Spiritual Islam dan Penuntun Adab Ruhani Majelis Adat Indonesia.

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva, S.E., M.M.

→ Dewan Agung Spiritual dan Harmoni Ketuhanan Nusantara.

  • Yang Dipertuan Senapati Diraja Nusantara Paduka YM. Pangeran Arya Senapati Johan Amin, S.E., M.Si.

→ Senapati Agung Adat Nusantara.

*VI. KEPATIHAN & KEDATUAN NUSANTARA”

**Yang Dipertuan Ramanda Diraja Nusantara YM. H.R.M. Soekarna Djamadipura

→ Kedatuan Spiritual, Moral & Kebijaksanaan Kebangsaan.

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara DYMM K.R. Miftahussurur Fatah, S.E. Sripaduka Baginda Raja Aryo Menak Senoyo II

→ Patih Kenegaraan, Hubungan Antar Lembaga & Tata Kehormatan Nusantara.

**Yang Dipertuan Bangsawa Diraja Nusantara YM. Apandi Tondowatu

→ Kedatuan Nilai, Etika & Falsafah Peradaban Nusantara.

*Yang Mulia. Dr. Wahyu Sandhya Y.P., S.H., M.H.

→ Kepatihan Hukum Adat, Diplomasi Budaya & Tatanan Peradaban.

**Yang Dipertuan Kuasa Wilayah Diraja Nusantara YM. Pangeran Iftiqar S.A. Ponto

→ Kedatuan Pendidikan, Kaderisasi & Riset Generasi Adat.

**Yang Mulia. Sri Sugiarti, S.E., M.M.

→ Kepatihan Ekonomi Rakyat & Kemandirian Usaha Adat.

**Yang Dipertuan Senapati Diraja Nusantara Paduka YM. Panglima Gong Pendy Runca

→ Kepatihan Lingkungan Hidup, Agraria & Energi Lestari Nusantara.

**Yang Dipertuan Kkonsorsium Diraja Nusantara YM. Dra. Elly Yuniarti, M.S., M.M.

→ Kedatuan Hak Ulayat & Perlindungan Komunitas Adat.

**Yang Mulia. Azis Arjoso

→ Kepatihan Ekonomi Strategis dan Kemandirian Peradaban Adat.

  • Yang Mulia. Stenly Diover

→ Kepatihan Informasi, Dokumentasi & Humas Nusantara.

**Yang Mulia Kanjeng Raden Ayu Ngabehi Fitria Anggraeni

→ Kedatuan Seni, Ritual & Warisan Budaya Nusantara.

**Yang Mulia. Sultan Syarief

→ Kepatihan Diplomasi Mancanegara & Hubungan Antar Peradaban Dunia.

VII. SATUAN PENJAGA MARWAH ADAT NUSANTARA

**Yang Mulia. Endri Hendra Permana

Ketua Umum Brigade Nusantara (BRINUS)

→ Senapati Brigade Nusantara (BRINUS)

→ Pengemban Amanah Satuan Tugas Khusus (SATGASUS) MAI.

VIII. TITAH DIRAJA NUSANTARA

Bahwa Sidang Agung Adat Nusantara di Surabaya, 22–23 November 2025 telah menetapkan:

Titah Diraja Nusantara Nomor Istimewa : 0455.2210.2025

Yang menegaskan:

  1. Adat sebagai fondasi moral bangsa;
  2. Penolakan atas penyalahgunaan adat untuk kepentingan pribadi dan politik praktis;
  3. Pelestarian budaya, pendidikan, dan warisan leluhur Nusantara;
  4. Penguatan MAI sebagai lembaga etik, moral, dan pemersatu adat Nusantara;
  5. Penegasan bahwa adat adalah pengabdian suci, bukan komoditas kepentingan.

IX. PENUTUP TITAH

Maka dengan ini, Struktur Pengurus Pusat Majelis Adat Indonesia (MAI) ditetapkan dalam status konfirmasi nasional sebagai pedoman awal perjalanan organisasi dalam menjaga marwah, kehormatan, dan kebangkitan kembali peradaban adat Nusantara.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhai setiap langkah pengabdian ini, serta para leluhur Nusantara senantiasa memberikan berkah, perlindungan, dan kekuatan lahir batin bagi seluruh pemangku amanah adat bangsa.

@MediaCenter

Majelis Adat Indonesia

BartoSilitonga,S.S

www.maiadat.or.id

@majelisadatindonesia@gmail.com

Ditetapkan di Jakarta, 14 Mei 2026

Atas Nama Majelis Adat Indonesia (MAI)

Paduka Yang Mulia

Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso

Seketaris Adat (Sekjen) MAI

Komentar