Dorong Kemandirian Ekonomi Suku Dani, Pemerintah Pusat Salurkan Bantuan Ternak Bebek kepada Kepala Suku di Nabire Barat

Berita23 Dilihat

NABIRE — Pemerintah Pusat terus menunjukkan komitmen dan wujud nyata kepeduliannya terhadap peningkatan kesejahteraan tokoh adat dan masyarakat di Tanah Papua. Pada Kamis (4/6/2026), sebuah program pemberdayaan ekonomi disalurkan kepada Bapak Sem Wanimbo, selaku Kepala Suku Dani Distrik Nabire Barat, di Jalan Usaha Guna No. 58, Kelurahan Kalisemen, Kabupaten Nabire.

Bantuan ekonomi tersebut meliputi pembangunan fasilitas kandang bebek, penyerahan dukungan pakan, serta bibit unggas sebanyak 25 ekor bebek (terdiri dari 10 ekor jantan dan 15 ekor betina). Bantuan ini dirancang sebagai stimulus untuk mendorong pengembangan usaha peternakan baru bagi masyarakat Suku Dani.

Majelis Adat Indonesia
“Jika adat hilang, kita kehilangan arah.”
Bersama Majelis Adat Indonesia, jaga yang tersisa sebelum terlambat.
Kunjungi MAIADAT.OR.ID

Merespons bantuan yang diterima, Sem Wanimbo menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya. Ia secara khusus menitipkan pesan terima kasih kepada Kepala Negara atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat adat.

“Saya mewakili keluarga dan masyarakat Suku Dani di Distrik Nabire Barat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Bantuan kandang dan ternak bebek ini sangat luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk belajar mengembangkan usaha peternakan baru demi kesejahteraan bersama,” ungkap Sem Wanimbo.

Eksplorasi Potensi Baru di Luar Peternakan Babi

Bagi masyarakat Suku Dani, peternakan bebek merupakan komoditas yang relatif baru, mengingat selama ini masyarakat lebih berfokus pada peternakan babi. Oleh karena itu, Sem Wanimbo melihat bantuan ini sebagai modal awal sekaligus sarana edukasi bagi dirinya dan warga sekitar. Untuk memastikan keberhasilan program ini, beberapa langkah strategis yang ditekankan oleh Kepala Suku meliputi:

  1. Keterbukaan Menerima Bimbingan: Sem Wanimbo menyatakan kesiapannya untuk dibimbing oleh masyarakat Non-OAP (Orang Asli Papua) yang lebih berpengalaman dalam beternak bebek.
  2. Fokus pada Pengembangbiakan: Pada tahap awal, fokus utama peternakan adalah keberhasilan proses perkembangbiakan agar populasi bebek meningkat secara optimal dan efektif.
  3. Target Jangka Panjang: Jika tahap pembibitan berhasil, target selanjutnya adalah merambah bisnis penyediaan daging dan telur bebek guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Dampak Sosial dan Sinergi Kamtibmas

Lebih dari sekadar bantuan ekonomi individu, program ini membawa dampak sosial yang luas. Proses pembangunan kandang bebek tersebut secara langsung telah menciptakan lapangan kerja dan aktivitas gotong royong yang bermanfaat bagi warga masyarakat Dani dan sekitarnya. Sem Wanimbo juga menegaskan bahwa hasil dari peternakan ini nantinya akan didistribusikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk mendukung berbagai keperluan gereja maupun acara adat.

Dari kacamata kemasyarakatan, pemberian bantuan ini dinilai berfungsi sebagai instrumen kemitraan yang sangat efektif untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan tokoh adat.Pemerintah berharap, stimulus ekonomi ini dapat memperkuat peran dan konsistensi Sem Wanimbo dalam mengawal program-program pembangunan.

Pengaruhnya sebagai Kepala Suku diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi warga Suku Dani untuk terus menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta mempertahankan situasi wilayah Nabire yang aman dan kondusif. Ke depannya, bantuan ini diharapkan dapat dikelola secara mandiri, membuka relasi usaha yang lebih luas, dan mencetak peternak-peternak baru yang berdaya saing dari komunitas Suku Dani.

Komentar