Ratu Kahuripan Djenggala Hadir dalam Ikhtiar Batin untuk Keselamatan dan Kerukunan Sidoarjo

Berita105 Dilihat

YM. Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva, S.E., M.M. Ratu Kahuripan Djenggala, ist

SIDOARJO — Semangat merawat kedamaian, kerukunan, dan keselamatan masyarakat Kabupaten Sidoarjo kembali diwujudkan melalui Ruwatan dan Doa Bersama Lintas Agama, sebuah momentum kebersamaan yang mempertemukan tokoh agama, tokoh spiritual, budayawan, seniman, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu ikhtiar batin untuk kebaikan Sidoarjo.

Majelis Adat Indonesia
“Jika adat hilang, kita kehilangan arah.”
Bersama Majelis Adat Indonesia, jaga yang tersisa sebelum terlambat.
Kunjungi MAIADAT.OR.ID

Dalam kegiatan tersebut, Yang Mulia (YM.) Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva, S.E., M.M., Ratu Kahuripan Djenggala, hadir sebagai bagian dari ikhtiar batin masyarakat untuk memanjatkan doa bagi keselamatan, keamanan, kedamaian, kerukunan, serta kesejahteraan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kehadiran YM. Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva juga memiliki dimensi budaya dan spiritual yang kuat. Selain mengemban kedudukan sebagai Ratu Kahuripan Djenggala, beliau dipercaya menjalankan amanah sebagai Dewan Agung Spiritual Majelis Adat Indonesia (MAI).

Dalam posisi tersebut, kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya merawat nilai-nilai luhur Nusantara yang menempatkan persaudaraan, kerukunan, penghormatan terhadap keberagaman, serta keseimbangan kehidupan sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Ikhtiar Batin, Menyatukan Harapan
Ruwatan dan doa bersama dalam kegiatan ini dimaknai sebagai ikhtiar batin, yakni upaya spiritual untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam perspektif budaya Nusantara, ruwatan memiliki makna simbolik sebagai bentuk penyucian, introspeksi, serta doa agar manusia dan lingkungan kehidupannya senantiasa dijauhkan dari berbagai hal yang tidak baik.

Namun lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini menghadirkan pesan sosial yang jauh lebih luas, yakni pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga ketenteraman dan keselamatan daerah melalui kebersamaan.

Doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan harapan agar Kabupaten Sidoarjo senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, kesehatan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Lintas Agama, Lintas Budaya, Satu Semangat Persaudaraan

Ruwatan dan doa bersama tersebut dihadiri para kyai, ustadz, tokoh-tokoh agama, tokoh spiritual, budayawan, artis, seniman, serta berbagai elemen masyarakat dari Kab. Sidoarjo.

Pertemuan lintas latar belakang tersebut memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dipersatukan oleh semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan bersama.

Kebersamaan itu bukan untuk mencampuradukkan keyakinan, melainkan menjadi ruang untuk saling menghormati, menjaga toleransi, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mendoakan keselamatan daerah.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dirawat melalui sikap saling menghargai dan kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai.

Merawat Warisan Luhur Nusantara
Sebagai Ratu Kahuripan Djenggala dan Dewan Agung Spiritual Majelis Adat Indonesia, YM. Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva turut merefleksikan pentingnya menjaga warisan nilai budaya Nusantara agar tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat.

Nilai rukun, guyup, gotong royong, saling menghormati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama merupakan kekayaan sosial dan budaya yang harus terus dipelihara. Dalam semangat tersebut, kegiatan ruwatan dan doa bersama menjadi jembatan antara tradisi, spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat.

Ikhtiar batin juga diharapkan berjalan beriringan dengan ikhtiar lahiriah seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, damai, dan sejahtera.

Sidoarjo Aman, Rukun, Guyup, Rahayu, Kertaraharja

Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bermuara pada satu harapan bersama agar Sidoarjo senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi daerah yang aman, damai, rukun, guyup, rahayu, serta kertaraharja.

Kehadiran YM.Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva menjadi bagian dari pesan bahwa menjaga kedamaian bukan hanya pekerjaan satu kelompok atau golongan. Ia merupakan ikhtiar bersama yang membutuhkan ketulusan hati, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat persaudaraan.
Dari Sidoarjo, pesan kebersamaan itu kembali diteguhkan.”berbeda dalam keyakinan, tetap bersaudara dalam kemanusiaan; berbeda dalam budaya, tetap bersatu dalam menjaga Indonesia” Semoga doa dan ikhtiar bersama ini menjadi jalan bagi terciptanya Sidoarjo yang semakin aman, rukun, guyup, rahayu, dan kertaraharja. (Red/Bar.S)

Rahayu Sagung Dumadi. Barokallah Manfaat. Rahayu.
YM. Kanjeng Ratu Hj. Mari Eva, S.E., M.M. Ratu Kahuripan Djenggala, Dewan Agung Spiritual Majelis Adat Indonesia (MAI)

tonton juga:

#RahayuSagungDumadi #RuwatanLintasAgama #DoaLintasAgama #RatuKahuripanDjenggala #KanjengRatuMariEva #MajelisAdatIndonesia #MAI #Sidoarjo #SidoarjoRukun #SidoarjoGuyup #SidoarjoRahayu #Kertaraharja

Komentar