MAJELIS ADAT INDONESIA/ MAI
JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Internasional Multilateralisme dan Diplomasi Perdamaian yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap 24 April, Majelis Adat Indonesia (MAI) menegaskan pentingnya memperkuat multilateralisme, dialog, dan diplomasi sebagai pilar utama menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Momentum ini menjadi refleksi bagi Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menciptakan tatanan global yang damai, adil, dan berkeadaban. Hal tersebut selaras dengan amanat UUD 1945 serta nilai-nilai Pancasila yang menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia sebagai prinsip dasar kehidupan berbangsa.
Sekretaris Jenderal MAI, M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, menyampaikan bahwa peran Indonesia tidak hanya terbatas pada diplomasi formal negara, tetapi juga perlu diperkuat melalui pendekatan kultural berbasis nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
“Indonesia memiliki kekuatan moral dan budaya sebagai penyeimbang dunia. Diplomasi perdamaian harus melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga adat,” ujarnya.
MAI juga menyoroti dinamika konflik global yang masih berlangsung di berbagai kawasan, yang menunjukkan pentingnya pendekatan multilateralisme dibandingkan langkah unilateral. Dalam konteks ini, MAI mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog, menahan eskalasi konflik, dan mengutamakan diplomasi inklusif.
Lebih jauh, MAI menegaskan bahwa nilai-nilai adat Nusantara seperti musyawarah, gotong royong, keseimbangan, dan harmoni merupakan kontribusi strategis Indonesia dalam diplomasi global. Pendekatan berbasis budaya ini diyakini mampu menjadi jembatan antarbangsa dalam membangun kepercayaan dan perdamaian berkelanjutan di tengah keberagaman dunia.
Sebagai penutup, MAI mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus memperkuat peran strategisnya di forum internasional, sekaligus membawa identitas budaya bangsa sebagai kekuatan diplomasi.
“Perdamaian dunia adalah tanggung jawab bersama. Indonesia, dengan nilai adat dan budayanya, memiliki posisi penting sebagai jembatan harmoni dalam percaturan global.”
Media Center:
Majelis Adat Indonesia
Bar.S












Komentar