Maharaja Kutai Mulawarman Paparkan Naskhah Kedaulatan Melayu dalam Forum Komunikasi MAI

Berita37 Dilihat

Foto : Istimewa (Dok.Google)

JAKARTA — Duli Yang Maha Mulia Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, F.W., Ph.D., Maharaja Kutai Mulawarman, menyampaikan pemikiran dan refleksi kebudayaan bertajuk “Maharaja Kutai Mulawarman Dalam Naskhah Kedaulatan Melayu – Malay Book of Records” dalam Forum Komunikasi (MAI) yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta Tokoh Pemangku Adat se-Nusantara pada 6 Mei 2026.

Majelis Adat Indonesia
“Jika adat hilang, kita kehilangan arah.”
Bersama Majelis Adat Indonesia, jaga yang tersisa sebelum terlambat.
Kunjungi MAIADAT.OR.ID

Dalam forum yang berlangsung penuh khidmat tersebut, Maharaja Kutai Mulawarman menegaskan bahwa naskhah yang disusunnya bukan sekadar catatan perjalanan pribadi, melainkan sebuah memoar peradaban yang memuat ikhtiar menegakkan kembali marwah kedaulatan Melayu dan kejayaan nilai-nilai adat di tengah arus perubahan zaman global.

“Ketika dunia bergerak cepat menuju modernitas, adat dan kedaulatan budaya tidak boleh hilang dari jiwa bangsa. Kutai Mulawarman harus tetap hidup sebagai denyut peradaban yang bekerja dan mengabdi untuk Indonesia, Melayu, dan kemanusiaan,” demikian pesan yang disampaikan beliau dalam forum tersebut.

Dalam pemaparannya, DYMM Maharaja Kutai Mulawarman menjelaskan bahwa kedaulatan bukanlah sekadar simbol takhta ataupun warisan gelar kebangsawanan, melainkan amanah sejarah yang harus dijaga dengan ilmu, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada umat manusia.

Ia menuturkan perjalanan pengabdiannya mulai dari forum kebangsaan di Indonesia hingga berbagai forum internasional yang mempertemukan nilai adat dengan diplomasi kemanusiaan dunia.

Beliau juga mengisahkan berbagai amanah dan penghargaan internasional yang diterimanya, di antaranya penghargaan kemanusiaan dunia, pengakuan akademik internasional, hingga penghormatan lintas negara yang dipandangnya sebagai jembatan diplomasi budaya antarbangsa, bukan sekadar penghormatan personal.

Dalam forum komunikasi tersebut, Maharaja Kutai Mulawarman menekankan pentingnya menjaga kesinambungan adat Melayu dan warisan Nusantara melalui pendekatan intelektual, spiritual, dan keteladanan moral. Menurutnya, generasi mendatang harus memahami bahwa kerajaan dan adat bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan sumber nilai dan etika kebangsaan.

Beliau turut menyampaikan bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam menjaga amanah kebudayaan dan kepemimpinan adat. Keteladanan, cinta kasih, dan pengabdian kepada rakyat disebutnya sebagai penyangga utama keberlangsungan marwah kerajaan dan adat di Nusantara.

Forum Komunikasi MAI sendiri menjadi ruang konsolidasi kebudayaan yang mempertemukan para pemangku adat dari berbagai wilayah Nusantara guna memperkuat persaudaraan, merawat identitas budaya, serta menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah tantangan globalisasi.

Di akhir penyampaiannya, DYMM Maharaja Kutai Mulawarman berharap agar buku “Maharaja Kutai Mulawarman Dalam Naskhah Kedaulatan Melayu
Malay Book of Records” dapat menjadi warisan pemikiran dan dokumentasi sejarah bagi generasi mendatang, sekaligus pengingat bahwa adat, budaya, dan peradaban Melayu tetap memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa yang berkeadaban dan bermartabat.

Media Center
Majelis adat Indonesia/ Mai (Bar.S)

Komentar