Forum MAI Serukan Tabayyun dan Persatuan: Azis Arjoso Ingatkan Bahaya Hoaks dan Fitnah bagi Bangsa

Uncategorized12 Dilihat

Jakarta — Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh pemangku adat se-Nusantara pada 11 April 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai persatuan dan kebijaksanaan di tengah dinamika informasi yang kian kompleks.

Dalam forum tersebut, Azis Arjoso menyampaikan seruan moral dan spiritual kepada seluruh elemen bangsa. Dengan penuh kerendahan hati, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar Indonesia dijauhkan dari berbagai pengaruh yang tidak benar, yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan saling menyalahkan di tengah kehidupan berbangsa.

“Al faqir ilallah, saya mengajak kita semua untuk mendoakan agar bangsa ini senantiasa berada dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT, serta dijauhkan dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan dan memecah belah,” ujar Azis Arjoso dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks merupakan perbuatan yang sangat tercela dan memiliki konsekuensi berat, baik secara moral maupun spiritual. Dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah An-Nur ayat 11-20, ditegaskan adanya ancaman siksa yang besar bagi para penyebar berita bohong dan fitnah. Sementara itu, Surah Al-Hujurat ayat 6 mengajarkan prinsip tabayyun, yakni kewajiban untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi atas setiap informasi yang diterima.

Azis Arjoso mengingatkan bahwa di era digital saat ini, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah memicu konflik sosial, merusak persatuan, serta melemahkan sendi-sendi kebangsaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tokoh adat, ulama, dan masyarakat luas untuk menjadi teladan dalam menjaga kebenaran informasi serta menegakkan nilai-nilai kejujuran dan kehati-hatian.

Forum Majelis Adat Indonesia juga menegaskan pentingnya peran para pemangku adat sebagai penjaga nilai luhur bangsa, yang tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai penuntun moral dalam menjaga harmoni sosial.

Dengan semangat kebersamaan, forum ini diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa persatuan bangsa harus dijaga melalui sikap bijak, kehati-hatian dalam menerima informasi, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
(Bar.S)

Media Center Majelis Adat Indonesia MAI

Komentar