Penguatan Spiritualitas Berbasis Ayat Kursi dan Asmaul Husna bagi Raja dan Pemangku Adat Nusantara di Forum MAI

Catatan15 Dilihat

Tausiyah Keimanan oleh Azis Arjoso dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI)

Jakarta — Majelis Adat Indonesia (MAI) melalui Forum Komunikasi Nasional yang mempertemukan para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh pemangku adat se-Nusantara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi spiritual, etika, dan kearifan lokal sebagai pilar utama penjaga peradaban bangsa.

Dalam forum yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut, Azis Arjoso—pendiri Yayasan Keluarga Besar Pejuang 45—menyampaikan tausiyah keimanan yang mendalam dan reflektif. Ia menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai tauhid dalam kehidupan kepemimpinan adat, dengan merujuk pada makna luhur Ayat Kursi serta keagungan Asmaul Husna sebagai sumber nilai spiritual yang universal.

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa salah satu nama Allah dalam Asmaul Husna adalah As-Salam, yang bermakna Maha Pemberi Kedamaian. Nilai ini, menurutnya, harus menjadi ruh kepemimpinan para Raja dan pemangku adat—bahwa kekuasaan tidak semata soal otoritas, tetapi juga amanah untuk menghadirkan ketenteraman, keadilan, dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat.

Lebih jauh, tausiyah tersebut juga menegaskan bahwa seluruh ajaran suci pada hakikatnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menolak segala bentuk praktik yang bertentangan dengan martabat manusia. Segala bentuk pengorbanan manusia, dalam konteks apa pun, dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kesucian hidup yang dijunjung tinggi oleh agama dan adat.

MAI memandang pesan spiritual ini sebagai pengingat fundamental bagi seluruh pemangku adat di Nusantara, bahwa harmoni antara adat, agama, dan nilai kemanusiaan universal adalah kunci menjaga keutuhan bangsa. Adat tidak boleh kehilangan akar spiritualitasnya, melainkan harus terus menjadi cahaya penuntun dalam perjalanan peradaban.

“Adat harus berdiri di atas nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Ia bukan sekadar warisan, tetapi amanah peradaban yang harus dijaga dengan kebijaksanaan dan keimanan,” demikian esensi pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Melalui rilis ini, Majelis Adat Indonesia mengajak seluruh Raja, Sultan, Datuk, Ratu, tokoh adat, serta generasi penerus bangsa untuk terus memperkuat nilai keimanan, mempererat persatuan, serta menjaga marwah budaya Nusantara dalam bingkai kebangsaan yang damai, beradab, dan bermartabat.

Media Center Majelis Adat Indonesia (MAI)

Tangkapan layar percakapan tausiyah keimanan yang disampaikan oleh Azis Arjoso dalam Grup WhatsApp Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI), yang diikuti oleh para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, dan tokoh pemangku adat se-Nusantara.

Media Center Majelis Adat Indonesia/MAI
(Red)

Komentar